Kelas Kosong di Jepang Banyak Dijadikan Lokasi Pelecehan

oleh -52 views
Kelas Kosong di Jepang Banyak Dijadikan Lokasi Pelecehan

BERITADALAM.COM, TOKYO – Tahun 2021 ini, kasus pencabulan dan penghinaan seksual yang dilaksanakan guru sekolah Jepang sekitar 14 kasus (tidak terhitung tanggung jawab pemantauan), 2x lipat dibanding tahun awalnya.

Orang yang bertanggungjawab merasa terhimpit.

“Kami ambil beberapa langkah seperti tuntunan yang lengkap dan perkuat training. Kenapa ada banyak sekali kasus penghinaan seksual?” ungkapkan sumber Tribunenews.com, Sabtu (27/3/2021).

Di bulan Februari 2021 rupanya seorang guru di sekolah menengah prefektur memprivatisasi ruangan kelas kosong sebagai ruangan penasihat untuk aktivitas timnya, dan bertindak cabul pada pelajar wanita di situ.

Dewan pengajaran prefektur mengeluarkan guru yang bertindak disipliner dan memberikan instruksi kepala sekolah umum di prefektur untuk lakukan peninjauan genting gedung sekolah.

“Bertepatan dengan penyidikan apa ruangan kelas yang kosong sudah diprivatisasi, kami akan ambil perlakuan seperti kuncian, dan kami akan serius mengenai pelajar baru yang bakal diterima,” ucapnya.

Di pemda di daerah Kanto, pengadilan jatuhkan hukuman 14 tahun penjara pada orang pria pada Desember 2019 karena bertindak cabul pada tujuh anak di ruangan kelas yang kosong.

“Kami akan mengecek di mana ada “titik buta” ada dalam sekolah, dan mengamankan dan menyaksikan sekitar dengan cermat,” kata seorang petinggi dewan pengajaran.

Titik buta ialah ruangan kelas kosong yang tidak terpakai terus-terusan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *